Jumat, 09 Agustus 2013

BAHAYA SAKSI YEHOVA (YEHUWA)



1. SEJARAH SINGKAT SAKSI YEHOVA (YEHUWA)
• DUNIA BARAT

Saksi-Saksi Yehuwa adalah suatu denominasi Kristen, milenarian (cenderung pada ajaran Kerajaan 1000 Tahun Damai), restorasionis (pemulihan) yang dahulu bernama Siswa-Siswa Alkitab hingga pada tahun 1931. Agama ini diorganisasi secara internasional, lebih dikenal di dunia Barat sebagai Jehovah's Witnesses, yang mencoba mewujudkan pemulihan dari gerakan Kekristenan abad pertama yang dilakukan oleh para pengikut Yesus Kristus. Saksi-Saksi Yehuwa sendiri bukanlah suatu sekte, mereka tidak pernah memisahkan diri dari gereja atau kelompok besar manapun. Wewenang tertinggi kehidupan mereka berdasarkan hukum-hukum dan prinsip-prinsip dari Kitab Suci atau Alkitab.
• KELAHIRANNYA DI INDONESIA

Secara resmi pengajaran Saksi-Saksi Yehuwa di Indonesia dilarang melalui Surat Keputusan Jaksa Agung Nomor 129 Tahun 1976, lewat SK itu, Jaksa Agung telah melarang kegiatan Saksi Yehuwa atau Siswa Alkitab di seluruh wilayah Indonesia. Sebab, Saksi Yehuwa memuat hal-hal yang bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku, seperti menolak salut bendera dan menolak ikut berpolitik. Ajaran yang mereka yakini juga dianggap bertentangan dan menyimpang dari kebijaksanaan dan politik pemerintah RI dan dianggap meresahkan karena perilaku penyebaran agama. Pengikut yang cukup rajin mendatangi orang-orang dari rumah ke rumah, hal ini telah menimbulkan keresahan di kalangan umat beragama umumnya karena praktek kunjungan-kunjungan ini dilakukan ke rumah-rumah masyarakat yang sudah beragama. Mereka juga melakukan antitesa terhadap beberapa aspek pemerintahan . Pada Februari 1994 ada upaya untuk mencabut SK ini dengan berlandaskan Pasal 29 UUD 1945, Tap MPR Nomor XVII/1998 tentang HAM, dan Instruksi Presiden No. 26 Tahun 1998. Pada 1 Juni 2001 SK ini kemudian dicabut. Walaupun begitu, sebenarnya sejak tanggal 19 Juli 1996, Saksi-Saksi Yehuwa telah membuka kantor cabang Indonesia berupa gedung yang dipergunakan sebagai tempat pertemuan dan pusat kegiatan. 

2. SEKILAS TENTANG PENDIRI SAKSI YEHOVA (YEHUWA)
• Charles Taze Russell 
Lahir Tgl 16 Februari 1852 dan wafat Tgl 31 Oktober 1916. Dikenal sebagai orang Kristen Restorasi terkemuka di awal Abad 20 yang memulai pelayanannya di Pittsburgh, Pennsylvania Amerika dan pendiri dari apa yang sekarang disebut Gerakan Siswa Alkitab darimana Saksi Yehuwa dan sejumlah kelompok Siswa Alkitab bermunculan setelah kematiannya.
Dimulai pada bulan Juli tahun 1879 ketika dia mulai menerbitkan jurnal keagamaan bulanan dengan nama Zion's Watch Tower and Herald of Christ's Presence (Menara Pengawal Sion dan Kehadiran Bentara Kristus). Jurnal ini sekarang berubah nama The Watchtower Announcing Jehovah's Kingdom (Deklarasi Menara Pengawal dari Kerajaan Yehuwa) dan diterbitkan setengah bulan sekali. Pada tahun 1881 dia menjadi asisten pendiri Zion's Watch Tower Tract Society (Risalah Masyarakat Menara Pengawal Sion) dan pada tahun 1884 badan hukum organisasi tersebut secara resmi didaftarkan ulang kembali dimana Russel terpilih sebagai direktur. Russel banyak menuliskan artikel, buku, brosur, pamflet dan kotbah yang keseluruhannya diperkirakan ada 50.000 cetakan. Dari tahun 1886 sampai 1904 Russel menerbitkan enam volume pelajaran Kitab Suci berseri yang semula dinamakan Millennial Dawn (Permulaan Milenium) yang kemudian diberi nama baru Studies in the Scriptures (Pelajaran-pelajaran dalam Kitab Suci) yang menghabiskan hampir 20 juta copi yang telah dicetak dan disebarluaskan ke seluruh penjuru dunia dalam berbagai bahasa selama hidupnya (Volume ketujuh telah dituliskan dan diterbitkan oleh Joseph Rutherford pada tahun 1917). Masyarakat Menara Pengawal (The Watch Tower Society) menyatakan secara resmi bahwa penerbitan tulisan-tulisan Russel berhenti pada tahun 1927 meskipun buku-bukunya berlanjut diterbitkan oleh beberapa kelompok independen semenjak tahun itu.
Russel adalah figur kharismatik (seorang yang memiliki karisma) namun mengklaim tidak memiliki pewahyuan khusus atau penglihatan bagi pengajarannya dan tidak memiliki otoritas khusus atas apa yang dimilikinya. Dia menyatakan bahwa dia tidak hendak mendirikan denominasi baru namun sebaliknya hany berniat mengumpulkan bersama-sama diantara mereka yang mencari kebenaran Firman Tuhan “selama masa penuaian”. Dia menuliskan bahwa “kebenaran nyata yang dibentangkan” dalam ajarannya berkaitan dengan “fakta sederhana bahwa waktu Tuhan telah datang dan jika saya tidak berbicara dan tidak ada perantara lain ditemukan maka batu-batu itu akan berteriak”. Dia melihat dirinya sendiri – dan semua orang-orang Kristen diurapi oleh Roh Kudus- sebagai “penyambung lidah Tuhan” (God's mouthpiece) dan sebagai Duta Mesias. Dalam karirnya di kemudian hari dia menerima tanpa sangkalan bahwa banyak Siswa Alkitab memandang dirinya sebagai “pelayan yang setia dan bijaksana” sebagaimana dikatakan dalam Matius 24:25 dan dia digambarkan oleh Menara Pengawal (Watch Tower), setelah kematiannya sebagai yang telah menjadi “pemimpin dari semua Tuan yang baik”. 
Setelah Russel meninggal, krisis kepemimpinan mengitari direktur baru dari komunitas tersebut. Joseph Rutherford kemudian menghasilkan perpecahan gerakan secara luas. Sebanyak tiga per empat dari Siswa Alkitab yang diperkirakan berjumlah 50.000 yang telah bergabung pada tahun 1917 telah meninggalkan organisasi tersebut pada tahun 1931 dan menghasilkan formasi kelompok baru yang mempertahankan nama Siswa Alkitab (Bible Students) secara bervariasi. Mereka yang tetap mempertahankan persekutuan dengan Masyarakat Menara Pengawal (Watch Tower Society) kemudian mengadopsi nama dengan Saksi Yehuwa (Jehovah's witnesses) pada tahun 1931. Sementara itu beberapa dari antara mereka yang bertalian dengan komunitas tersebut membentuk kelompok mereka sendiri termasuk Pastoral Bible Institute (Institut Penggembalaan Alkitab) pada tahun 1918, the Layman's Home Missionary Movement (Gerakan Pelayanan Rumah dari Golongan Awam) pada tahun 1919 serta Dawn Bible Students Association (Asosiasi Siswa Alkitab Permulaan) pada 1929. 
Namun kehidupan pribadi Russel banyak berhadapan dengan sejumlah persoalan yang bertentangan dengan ajarannya sendiri. Istri Russel pernah menuntut cerai karena Russel memiliki hubungan dengan seorang wanita bernama Rose Ball. Istrinya tidak diperkenankan bercerai atas dasar perzinahan, tetapi boleh atas dasar “keangkuhan” dan “tindakan sewenang-wenang” dari pihak sang suami, yang menjadikan hidup sang istri tak tertahankan”. Beberapa masalah lainnya adalah penangkapan Russel karena dia memindahkan hak milik harta bendanya kepada perseroan-perseroan dan lembaga-lembaga yang dikuasainya secara mutlak. Hal itu dilakukan untuk menghindarkan diri dari membayar biaya penyelesaian cerai dengan istrinya. Tidak hanya itu, salah satu surat kabar di New York pernah menuduh bahwa Russel menjual “gandum ajaib” seharga empat kali lipat dari harga pasaran. Ketika dia diperkarakan ke pengadilan dia mengakui bahwa dakwaan itu mengandung unsur-unsur kebenaran.

• Joseph Franklin Rutherford

Lahir Tgl 8 November 1869 dan wafat pada Tgl 8 januari 1942 dan dikenal sebagai “Hakim” Rutherford yang merupakan direktur ketiga dari Watch Tower Bible and Tract Society dan memainkan peranan penting dalam perkembangan organisasi dan doktrin dari Saksi Yehuwa yang muncul dari gerakan Siswa Alkitab yang didirikan oleh Charles Taze Russell.
Rutherford memulai karir dalam bidang hukum, bekerja sebagai penulis cepat di pengadilan, pengacara (trial lawyer) dan jaksa penuntut. Dia mulai menaruh minat dalam doktrin dari direktur Watch Tower Society bernama Charles Taze Russell yang menuntunnya bergabung dengan gerakan Siswa Alkitab dan dibaptis pada tahun 1906. Dia ditetapkan sebagai penasihat hukum (legas counsel) bagi Watch Tower Society pada tahun 1907 dalam perjalanannya kemudian membawa dia sebagai direktur terpilih pada tahun 1917. Awal kepemimpinannya ditandai oleh perselisihan diantara dewan direktur Watch Tower Society, dalam mana empat dari tujuh anggota dewan direktur mengecam sikap otoriter Rutherforf dan meminta dia mengurangi kekuasaanya. Hasil dari krisis kepemimpinan tersebut memisahkan komunitas Siswa Alkitab tersebut dan menyumbangkan hilangnya sepertujuh pengikut sejak 1919 sebanyak 75% pada tahun 1931. Rutherford dan enam eksekutif lainnya dari Watch Tower pernah dipenjara pada tahun 1918 setelah adanya tuntutan terhadap penerbitan The Finished Mystery yaitu sebuah buku yang dianggap “membangkang” (seditious) karena komentar-komentar anti perangnya. 
Rutherford memperkenalkan banyak perubahan di bidang organisasi dan doktrin yang menyumbangkan bentuk kepercayaan dari Saksi Yehuwa. Dia mengadakan struktur administrasi terpusat dalam gerakan Siswa Alkitab di seluruh dunia yang kemudian dia namakan sebuah Teokrasi yang menuntut semua pengikut untuk mengedarkn literatur melalui kotbah pintu ke pintu dan menyediakan laporan berkala dari aktifitas mereka. Dia juga mendirikan program pelatihan untuk berbicara di depan umum sebagai bagian dari pertemuan ibadah mingguan. Dia menetapkan bahwa tahun 1914 sebagai saat kembalinya Mesias secara tidak nampak dan menyatakan bahwa kematian Mesias bukan di kayu salib melainkan di atas pohon. Kemudian memformulasi konsep Saksi Yehuwa mengenai Harmagedon sebagai peperangan Tuhan terhadap orang fasik dan memperkuat kepercayaan bahwa pemerintahan Kerajaan Seribu Tahun dari Mesias telah dekat. Dia memerintahkan kepada para pengikutnya agar tidak memelihara perayaan tradisional seperti Christmass (Natal) dan perayaan Ulang Tahun Kelahiran. Melarang menghormat kepada bendera atau menyanyikan lagu kebangsaan. Dia memperkenalkan nama “Saksi Yehuwa” pada tahun 1931 dan istilah “Balai Kerajaan” sebagai rumah peribadahan pada tahun 1935. Dia telah menulis sebanyak dua puluh satu buku dan dihargai oleh Watch Tower pada tahun 1942 dengan penyebaran hampir 400 juta buku dan buklet. Meskipun terjadi pengurangan signifikan selama tahun 1920-an, secara keseluruhan anggota berkembang lebih dari enam kali lipat pada akhir dua puluh lima tahun Rutherford menjabat sebagai direktur.

3. POKOK AJARAN SAKSI YEHOVA (YEHUWA)

Saya akan batasi pokok pembahasan ajaran Saksi Yehuwa dalam hal “Kristologi” (dokrin tentang Mesias) dan “Pneumatologi” (doktrin Roh Kudus) dan beberapa aspek ajaran lainnya. Berikut pokok ajaran Saksi Yehuwa beserta kutipan langsung dari pernyataan mereka: 

1. Ketuhanan

Saksi Yehuwa menolak istilah Tritunggal dan menolak essensi kesetaraan Bapa, Anak, Roh Kudus sebagai personifikasi Allah, Firman dan Roh-Nya.

“Jadi, ke-39 buku dari Kitab-Kitab Ibrani ataupun kanon dari ke-27 buku yang terilham dari Kitab-Kitab Yunani Kristen tidak ada memuat ajaran yang jelas mengenai Tritunggal...Jadi bukti dari Alkitab dan dari sejarah membuat jelas bahwa Tritunggal tidak dikenal sepanjang zaman Alkitab dan selama beberapa abad setelahnya...Jadi dibutuhkan waktu berabad-abad sejak zaman Kristus bagi Tritunggal untuk dapat diterima secara luas dalam susunan Kristen. Dan dalam semua hal tersebut, apa yang membimbing keputusan-keputusannya? Apakah Firman (Tuhan) atau apakah pertimbangan para pendeta dan politik? Dalam Origin and Evolution of Religion, E.W. Hopkins menjawab: Definisi ortodoks yang terakhir dari tritunggal sebagian besar adalah masalah politik gereja”.

2. Kristologi

Sekalipun Yesus Sang Mesias mendapat tempat terhormat dalam pengajaran Saksi Yehuwa dan menjalankan fungsi penebusan yang menyediakan kehidupan kekal, namun kedudukan Yesus hanyalah mahluk ciptaan pertama yang keberadaannya sudah terlebih dahulu ada sebelum langit dan bumi ada dan setara dengan malaikat ciptaan Allah. Dalam derajat tertentu, Yesus disetarakan dengan Hikmat dalam Kitab Amsal.

“Jadi sebelum dilahirkan di bumi sebagai manusia, Yesus sudah ada di surga sebagai pribadi roh yang penuh kuasa. Ia mempunyai tubuh yang tidak dapat dilihat manusia seperti halnya (Tuhan)...Sebelum datang ke bumi, Yesus disebut Firman dari (Tuhan). Gelar ini memperlihatkan bahwa di Surga ia melayani sebagai pribadi yang berbicara mewakili Tuhan. Ia juga disebut ‘Anak yang sulung’ dari (Tuhan) maupun Anak-Nya “yang tunggal” (Yoh 1:14; 3:16, Ibr 1:6). Ini berarti bahwa ia diciptakan sebelum dunia semua putra rohani lainnya dari Tuhan dan bahwa ia adalah satu-satunya yang langsung diciptakan oleh Tuhan. Alkitab menjelaskan bahwa Putra ‘yang sulung’ ini ikut bersama Yehuwa dalam menciptakan perkara-perkara lain (Kol 1:15-16)”.

“Alkitab mengajarkan bahwa Yesus hidup di surga sebelum ia datang k’e bumi. Mikha menubuatkan bahwa Mesias akan lahir di Betlehem dan bahwa ia sudah ada ‘sejak purbakala’ (Mik 5:2) Yesus sendiri beberapa kali mengatakan bahwa sebelum lahir sebagai manusia, ia hidup di surga (Yoh 3:13; 6:38,62; 17:4-5). Sebagai mahluk roh di surga, Yesus mempunyai hubungan istimewa dengan Yehuwa. Yesua adalah Putra yang paling Yehuwa kasihi-dan ada alasan yang kuat untuk itu. Ia disebut ‘yang sulung dari antara semua ciptaan’, sebab ia adalah ciptaan (Tuhan) yang pertama (Kol 1:15). Ada lagi yang membuat Yesus menjadi Putra yang istimewa. Ia adalah ‘Putra satu-satunya yang diperanakkan’ (Yoh 3:16). Itu berarti Yesus sajalah yang diciptakan oleh (Tuhan) sendiri. Selain itu, Yesuslah satu-satunya yang (Tuhan) gunakan ketika ia menciptakan semua hal lain (Kol 1:16). Selanjutnya, Yesus disebut ‘Firman’ (Yoh 1:14). Sebutan itu menunjukkan bahwa ia berbicara mewakili (Tuhan), tentunya untuk menyampaikan berbagai pesan dan instruksi kepada putra-putra lainnya, baik mahluk roh maupun manusia”.

“Perhatikan betapa erat hubungan antara acuan-acuan kepada asal usul Yesus dengan pernyataan-pernyataan yang diungkapkan oleh ‘hikmat’ kiasan dalam buku Amsal di Alkitab: TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama dahulu kala. Sebelum gunung-gunung tertanam dan lebih dahulu daripada bukit-bukit, aku telah lahir; sebelum ia membuat bumi dengan padang-padangnya atau debu dataran yang pertama’ (Ams 8:12,22,25,26). Meskipun istilah ‘hikmat’ digunakan untuk mempersonifikasi pribadi yang (Tuhan) ciptakan, kebanyakan sarjana setuju bahwa ini sebenarnya adalah kata kiasan untuk Yesus sebagai mahluk roh sebelum hidup sebagai manusia”. 

3. Pneumatologi

Saksi Yehuwa meyakini Roh Kudus bukanlah Roh Tuhan melainkan hanya sekedar kekuatan seperti listrik dengan fungsi dan tujuan yang tertentu.

“Roh Kudus yang digunakan dalam Alkitab menyatakan bahwa ini adalah suatu kekuatan atau tenaga yang dikendalikan yang digunakan oleh (Tuhan) Yehuwa untuk melaksanakan berbagai maksud dan tujuan-Nya. Sampai taraf tertentu, ini dapat disamakan dengan listrik, tenaga yang dapat digunakan untuk melakukan beragam fungsi...Kata Yunani untuk ‘Roh’ ialah berjenis netral dan walaupun kita menggunakan kata gnti nama pribadi dalam bahasa Inggris (He, His, Him), kebanyakan MSS (manuskrip) Yunani menggunakan kata (bahasa Inggris) ‘It’. Jadi bila Alkitab menggunakan kata ganti nama pribadi berjenis laki-laki sehubungan dengan ‘parakletos’ dalam Yohanes 16:7, 8 hal ini sesuai dengan peraturan tata bahasa, bukan menyatakan suatu doktrin”.

4. Kematian 

Saksi Yehuwa mempercayai bahwa kematian setara dengan tidur panjang tanpa aktivitas dan tanpa sebuah kesadaran di dalamnnya.

“Sekarang coba pikirkan hal ini: Bagaimanakah keadaan Lazarus ketika ia mati selama empat hari? (Yoh 11:11-44, red) Apakah ia ada di surga? Ia seorang yang baik. Namun Lazarus tidak mengatakan apapun bahwa ia ada di surga, yang pasti akan dikatakannya jika ia memang pernah ke sana. Tidak, Lazarus benar-benar mati, seperti yang dikatakan Yesus. Maka, mengapa Yesus mula-mula mengatakan kepada murid-muridnya bahwa Lazarus hanya tidur? Yesus tahu bahwa Lazarus yang mati itu tidak sadar, seperti dikatakan Alkitab: “Orang yang mati itu tidak tahu apa-apa”. “Orang yang mati itu...tidak sadar akan apapun” (Pengkh 9:5, terjemahan New World Translation). Akan tetapi, orang yang hidup dapat dibangunkan dari tidur nyenyak. Jadi Yesus ingin menunjukkan bahwa, melalui kuasa (Tuhan) yang diberikan kepadanya, Lazarus, sahabatnya dapat dibangunkan dari kematian. Apabila seseorang tidur nyenyak, ia tidak ingat apa-apa. Demikian pula halnya orang mati. Mereka tidak mempunyai perasaan sama sekali. Mereka tidak ada lagi”.
“Yesus Kristus menggambarkan keadaan orang mati. Ketika Lazarus, teman baiknya meninggal, Yesus memberi tahu murid-muridnya, ‘Lazarus sahabat kita telah pergi beristirahat’. Murid-murid mengira bahwa Yesus memaksudkan Lazarus sedang beristirahat atau tidur agar ia dapat sembuh. Tetapi mereka keliru. Yesus menjelaskan, ‘Lazarus telah mati’ (Yoh 11:11-14). Perhatikan bahwa Yesus menyamakan kematian dengan istirahat dan tidur. Lazarus tidak berada di surga ataupun di neraka yang menyala-nyala. Ia tidak sedang bersama malaikat atau leluhurnya. Lazarus tidak dilahirkan kembali sebagai manusia lain. Ia sedang beristirahat dalam kematian, seolah-olah tidur nyenyak tanpa bermimpi”.

5. Kebangkitan dari Kematian

Saksi Yehuwa mengakui adanya kebangkitan orang mati namun bukan kebangkitan di alam roh melainkan kebangkitan di dunia ini layaknya orang bangun dari tidur panjangnya. Saksi Yehuwa membagi kebangkitan menjadi dua bagian, kebangkitan pertama dimana orang yang turut ambil bagian dalam kebangkitan pertama ini hidup di Surga sementara kebangkitan kedua bagi mereka yang ditentukan untuk hidup di dunia yang sudah diperbarui ini.

“Jadi setelah Kristus dibangkitkan, ke-144.000 (Why 14:1, red) inilah yang akan dibangkitkan berikutnya. Mereka mendapat bagian dalam ‘kebangkitan pertama’ atau ‘kebangkitan yang lebih awal’ (Fil 3:11, terjemahan New World Translation). Kapan ini terjadi? ‘Pada waktu kedatangan-Nya’ (kehadiran-Nya, New World Translation), kata Alkitab. Seperti yang telah kita pelajari dalam pasal-pasal sebelumnya, Kristus mulai hadir pada tahun 1914. Jadi ‘hari’ untuk ‘kebangkitan pertama’ dari umat Kristen yang setia ke surga telah tiba. Pasti rasul-rasul dan umat Kristen mula-mula yang lainnya sudah dibangkitkan kepada kehidupan surgawi (2 Tim 4:8). Akan tetapi, selama kehadiran Kristus yang tidak kelihatan ini, ada umat Kristen yang masih hidup yang mempunyai harapan yang sama untuk memerintah di surga bersama Kristus. Mereka adalah sisanya, sisa dari 144.000. kapan mereka akan dibangkitkan? Mereka tidak perlu tidur dalam kematian, tetapi mereka akan segera pada waktu mereka mati. Alkitab menjelaskan: Kita tidak akan akan mati semaunya, tetapi kita semaunya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan” (1 Kor 15:51-52; 1 Tes 4:15-17).

“Siapakah yang akan dibangkitkan? Yesus mengatakan bahwa ‘semua orang dalam makam peringatan akan mendengar suara Yesus lalu keluar’ (Yoh 5:28-29). Demikian pula Penyingkapan (Why) 20:13 mengatakan, ‘Laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya dan kematian dan hades menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya’. Semua kuburan akan dikosongkan. Miliaran orang yang beristirahat di sana akan hidup kembali. Rasul paulus mengatakan, ‘Akan ada kebangkitan untuk orang-orang yang adil-benar maupun yang tidak adil-benar’”(Kis 24:15)...Alkitab juga menyebutkan kebangkitan lain, yaitu untuk hidup sebagai mahluk roh di surga. Alkitab hanya mencatat satu contoh dari kebangkitan ini yaitu kebangkitan Yesus Kristus...Yesus tahu bahwa ia tidak lama lagi akan kembali ke surga, maka ia memberi tahu para pengikutnya yang setia bahwa ia akan ‘menyiapkan tempat’ bagi mereka (Yoh 14:2)...Ke-144.000 orang Kristen itu, termasuk rasul-rasul Yesus yang setia, dibangkitkan untuk hidup di surga. Kapan mereka dibangkitkan? Rasul Paulus menulis bahwa hal itu akan terjadi pada masa kehadiran Kristus (1 Kor 15:23)”.

6. Mengenai Neraka & Surga

Saksi Yehuwa menolak keberadaan neraka karena Yehuwa yang pada dasarnya Kasih tidak mungkin menyediakan tempat sejahat itu. Saksi Yehuwa melakukan penafsiran simbolis terhadap kata Ibrani “Sheol” atau kata Yunani “Hades” dan kata Ibrani “Gehinom” atau kata Yunani “Gehenna” sebagai tempat kuburan dan tempat pembakaran di Yerusalem timur.

“Jutaan orang diajar oleh agama mereka bahwa ‘neraka’ adalah suatu tempat siksaan kekal dan bahwa orang-orang jahat pergi ke sana...Hal ini menimbulkan pertanyaan: Apakah (Tuhan) Yang Maha Kuasa menciptakan tempat siksaan demikian?...Dalam menyebutkan tempat yang dituju oleh umat manusia pada waktu ia mati, Alkitab memakai kata ‘Sheol’ dalam Kitab-Kitab Ibrani dan ‘Hades’ dalam Kitab-Kitab Yunani...Dalam Alkitab, disemua ayat dimana ‘sheol’ muncul, tempat itu tidak pernah dihubungkan dengan kehidupan, kegiatan atau siksaan. Sebaliknya, sering dihubungkan dengan kematian dan ketidakaktifan...Jadi jawabannya menjadi sangat jelas. Misalnya, pikirkan tentang Pengkhotbah 9:10 yang berbunyi: ‘Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati (Sheol, New World Translation), ke mana engkau akan pergi’. Sheol dan Hades tidak memaksudkan suatu tempat siksaan melainkan kuburan umum umat manusia (Mzm 139:8). Orang-orang baik maupun jahat pergi ke Sheol atau Hades”[21]

“Maka apa artinya Gehenna? Dalam Alkitab Ibrani, Gehenna tak lain dari ‘Lembah Ben Hinom’. Ingat, Hinom ialah nama sebuah lembah di luar tembok-tembok Yerusalem. Di tempat itulah orang-orang Israel mengorbankan anak-anak mereka dalam api. Pada waktunya, Raja Yosia yang baik membuat tempat ini menjadi tidak cocok untuk digunakan bagi praktik yang begitu mengerikan (2 Raj 23:10). Tempat ini diubah menjadi tempat sampah yang sangat besar...Kalau begitu apa yang dimaksudkan dengan ‘lautan api’ yang disebut di Alkitab dalam buku Wahyu? Kata itu mempunyai arti yang sama dengan Gehenna. Kata itu tidak berarti siksaan dalam keadaan sadar melainkan kematian atau kebinasaan kekal. Perhatikan bagaimana Alkitab sendiri mengatakan hal itu dalam Wahyu 20:14: “Lalu maut dan kerajaan maut (Hades, New World Translation) itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api”. Ya, lautan api berarti ‘kematian kedua’. Dari dalam kematian ini tidak ada kebangkitan. Tak dapat disangkal bahwa ‘lautan’ ini adalah lambang, karena maut dan kerajaan maut tidak dapat dibakar secara aksara. Akan tetapi hal-hal itu dapat dan akan dilenyapkan atau dimusnahkan”

7. Hermeneutik Saksi Yehuwa

Hermeneutik adalah “suatu bagian teologi yang bersifat ilmiah dan seni yang memperhatikan hukum tertentu bahkan melibatkan diri penafsir sepenuhnya dengan tujuan mencari maksud yang ingin disampaikan oleh penulis Alkitab”. Namun Saksi Yehuwa tidak menggunakan kaidah hermeneutik yang lazimnya dipergunakan di sekolah-sekolah teologia. Mereka memiliki kaidah penafsiran sendiri yang lebih menekankan aspek simbolis (lambang). Untuk menafsirkan lambang-lambang yang sulit mereka biasanya memiliki kelompok penafsir yang dijuluki “hamba yang setia dan bijaksana” (faithfull and discreet slave class).

8. Metode Pengajaran Saksi Yehuwa

Apa yang disebut “metode” tidak lebih dari sebuah “pelajaran buku” atau “indoktrinasi” bahkan “cuci otak”. Mereka biasanya membacakan keras-keras materi dalam buku terbitan Saksi Yehuwa dan diadakan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya sudah tersedia dalam buku panduan tersebut. Kevin R. Quick seorang mantan Saksi Yehuwa yang sudah berpaling pada Yesus Sang Mesias memberikan kesaksiannya sbb: “Saya sering heran mengapa kami memakai metode semacam itu. ‘Kalau apa yang kami pelajari adalah suatu kebenaran’, pikir saya, ‘mengapa harus cuci otak seperti ini? Mengapa tidak berdiskusi saja secara terbuka? Mengapa mengulang-ulang penyajian yang sama, pengajaran yang sama tentang tema yang sama pula?’ Saya lalu berkesimpulan bahwa karena sebagian besar Saksi Yehuwa tidak tinggi pendidikannya, rupanya itulah satu-satunya cara belajar yang efektif bagi mereka”

9. Terjemahan Kitab Suci Saksi Yehuwa

Kelompok Saksi Yehuwa atau Wacth Tower menjunjung tinggi kitab suci terjemahan mereka sendiri dan merendahkan terjemahan lainnya. Pada mulanya mereka menerjemahkan kitab suci dan menerbitkannya dengan nama The New Translation of the Christian Greek Scriptures diterbitkan oleh New World Translation Commiittee pada tahun 1950. Kemudian disusul dengan The New World Translation of the Hebrew Aramaic Scriptures dalam lima jilid. Jilid pertama selesai tahun 1953 dan jilid terakhir selesai pada tahun 1960. Sekarang mereka menyatukan semua jilid dan dikenal dengan nama The New World Translation. 

4. TANGGAPAN BERDASARKAN ALKITAB MENGENAI PENGAJARAN-PENGAJARAN SAKSI YEHUWA

• Mengenai ke-Ilahian Yesus Kristus dan ke-Tritunggalan Allah

Kita sependapat dengan Saksi Yehuwa bahwa istilah “Tritunggal” tidak terdapat dalam Kitab Suci baik TaNaKh (Torah, Neviim, Ketuvim) maupun Kitab Perjanjian Baru. Saksi Yehuwa menolak essensi kesetaraan, ke-sehakikatan Yehova, Firman dan Roh (Kej 1:1-3) yang dipersonifikasikan dalam sebutan Sang Bapa, Sang Putra dan Sang Roh Kudus (Mat 28:19-20). Dari manakah istilah Tritunggal? Perlukah kita menggunakan istilah Tritunggal ? 
Istilah ini secara historis merupakan perspektif orang beriman Abad 2 Ms. Abad 2 Ms merupakan perpindahan titik berat pola berteologia, dari teologia Palestina yang kontemplatif, menjadi Teologia Hellenis yang rasionalistik dan metafisik[29] Akibatnya, dibutuhkan suatu penjelasan yang rasional kepada kaum pagan Yunani, mengenai realitas Tuhan. Bernhard Lohse memberikan komentar, “Karena itu, sedikitpun tidak mengherankan bahwa gereja terkadang meraba-raba dalam upayanya memformulasikan imannya secara intelrktual dan konseptual kepada (Tuhan) Bapa, (Yesus Sang Mesias) dan Roh Kudus”. Sejumlah teolog dan Bapa Gereja (Church Fathers) yang telah lebih dahulu menggumuli persoalan relasi antara Bapa, Putra dan Roh Kudus, adalah Yustinus martyr, Theophilus dari Anthiokhia, Adamatinus , Origen, Arius, Athanisius, Agustinus serta Tertulianus. Tertulianus merumuskan dalam bentuk ungkapan Yunani, “Mono Ousia Tress Hypostasis” yang jika diterjemahkan adalah, “Satu Keberadaan Tiga pribadi”.

Ayat pendukung ke-Tritunggalan Allah (tidak ditampilkan semua tetapi hanya sebagai perwakilan saja) :
Kejadian 1:26 : Dengan jelas menggambarkan bahwa Allah itu jamak dengan kata “kita”. 
1 Timotius 1:17 : Bagaimana Alkitab menggambarkan Yesus Kristus sebagai Allah yang Kekal dan Esa.
1 Timotius 2:5-6 : Bagaimana menggambarkan ke-esaan Allah setara dengan ke-esaan Yesus Kristus.
1 Korintus 8:5-6 : Dengan eksplisit memberitahukan bahwa Yesus itu adalah Tuhan yang setara dengan Allah.
Yudas 1:25 : Dikatakan bahwa Allah adalah Juruselamat. Berarti Yesus = Allah.
Yoh 8:42, Yoh 15:26 : Menggambarkan bahwa Yesus dan Roh Kudus sama-sama keluar dari Bapa dan memiliki peran masing-masing yang satu tujuan (esensi). 
Ibrani 1:8 : Dengan sangat jelas memberitahukan bahwa Allah bapa menganggap Yesus sebagai Allah juga. Allah tidak mungkin menyebut makhluk lain dengan sebutan (gelar) Allah selain daripada diri-Nya sendiri Allah.
Yohanes 1:1, 14 : Bagaimana menggambarkan Firman yang telah menjadi manusia (ay 14) adalah sebenarnya Allah sendiri (ay 1). Menunjukkan kesetaraan Yesus dan Allah Bapa.
Apa yang dikatakan Yohanes mengenai Sang Firman? 

“Dia bersama Tuhan” (ay 1). 
Artinya, sang Firman berdiam dan sehakikat dengan Tuhan Allah. Kata yang di terjemahkan “bersama dengan” adalah “pros”. Marcus Doods memberikan komentar mengenai penggunaan kata pros sbb : “pros, implies not merely existence alongside with but personal intercourse” (kata pros menunjukkan bukan hanya berada di samping melainkan sebuah hubungan pribadi). 

“Dia adalah Tuhan” (ay 1). 
Artinya, sang Firman adalah manifestasi, ekspresi dari pikiran dan kehendak Tuhan. Dia adalah daya Kreatif, Daya Cipta yang menciptakan sesuatu menjadi ada dan bukan ciptaan. Dengan kalimat ini hendak ditegaskan bahwa Sang Firman bukan ciptaan yang menyebabkan terciptanya segala sesuatu.

“Dia menjadikan segala sesuatu” (ay 3). 
Artinya, dari segala yang ada dan hidup, Sang Firmanlah yang menyebabkan adanya sesuatu. Dalam Kitab Kejadian 1:3, 6, 9, 11, 14 ,20, 24, 26, 29, di tegaskan bahwa Firman “menjadikan segala sesuatu”, sebagaimana ungkapan “yehi wa yehi” (jadilah ada maka jadilah ada). 

“Dia kekal” (ay 4). 
Artinya, Dia tidak akan mengalami kemusnahan atau eksistensi yang temporal. Dia adalah eternal. Pernyataan ini tersirat di balik istilah Yunani “zoe” atau Ibrani “khay” yang bermakna “kehidupan yang berkualitas kekekalan”.
Filipi 2:5-8 : Silahkan dan baca dan renungkan. Ayat ini adalah jawaban mengapa di bagian ayat Alkitab lain ( sebagai contoh saja yang sering dipakai oleh saksi Yehova : Yoh 14:28, Mat 24:36 ), seolah-olah menggambarkan Yesus lebih rendah dari Bapa adalah karena Yesus rela merendahkan diri-Nya dari Bapa (padahal setara) ketika menjalankan misi penyelamatan dengan mengosongkan diri menjadi manusia. Seharusnya saksi Yehova tidak perlu bingung dengan ayat-ayat yang seolah-olah bertentangan(disatu sisi berkata Allah dengan Yesus setara, di sisi lain tidak) asalakan mereka mau mencari kebenaran, pasti Alkitab menjawab mereka. 

o Saksi Yehuwa sering mengargumenkan dengan berkata : Bagaimana dengan ayat Alkitab yang mengatakan bahwa Yesus adalah permulaan ciptaan Allah? Dalam Kitab Wahyu 3:14 dikatakan: "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Tuhan:…” Dalam bahasa Yunani dituliskan “he arkhe tes ktiseos tou Theou”. Sekalipun terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia tidak terlalu keliru, namun dapat menimbulkan konotasi bahwa Yesus adalah ciptaan Tuhan. Padahal Yesus adalah perwujudan Firman Tuhan dan Firman tidak diciptakan melainkan menciptakan (Mzm 33:6; Yoh 1:3). Yesus dilahirkan namun tidak diciptakan. Istilah arkhe mengandung pengertian “permulaan dari segala sesuatu” (Yoh 1:1). Namun disisi lain dapat pula bermakna “pengatur, penguasa, pemerintah” (Rm 8:38). Kata arkhe dalam Wahyu 3:14, setara dengan Wahyu 21:6 dan Wahyu 22:13. Yesus adalah “Yang Memulai” dan “Yang Mengakhiri”. dihubungkan dengan kekekalan sebagai yang memulai segala sesuatu.
o Juga Dalam Kolose 1:15 dikatakan: “Ia adalah gambar Tuhan yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan” ayat ini seolah mengandung makna Yesus sebagai yang pertama diciptakan oleh Allah. makna ini tidak ditopang pada ayat ini, dikarenakan diikuti oleh ayat selanjutnya yaitu 16-17. Dengan demikian, sekalipun diterjemahkan dengan “yang sulung dari segala yang diciptakan”, bukan bermakna bahwa Dia adalah ciptaan, melainkan dijelaskan dalam ayat 16-17 sbb: “karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia”. Menjelaskan bahwa justru Yesuslah yang menciptakan segala sesuatu yang semuanya untuk kemuliaan Dia.

o Kalangan Saksi-saksi Yehuwa juga sering menggunakan Amsal 8:22-31 sebagai pernyataan bahwa Yesus adalah ciptaan, dengan suatu konklusi bahwa Yesus bukan Tuhan yang menciptakan. Yesus setara dengan Hikmat yang diciptakan YHWH.
“TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala” (LAI, TB)
“The LORD possessed me in the beginning of his way, before his works of old” (KJV)
Terjemahan "telah menciptakan aku" dari kata Ibrani קנני - Qanani itu tidak tepat karena kata "menciptakan" biasanya menggunakan kata Ibrani ברא - Bara atau עשׂה - Asah. Kata Ibrani Qanah cenderung berarti "membeli" atau "memiliki (posses)". Perhatikan perbandingan ayat berikut:

Pengkhotbah 2:7
“Aku membeli budak-budak laki-laki dan perempuan, dan ada budak-budak yang lahir di rumahku; aku mempunyai juga banyak sapi dan kambing domba melebihi siapapun yang pernah hidup di Yerusalem sebelum aku” (LAI TB)
“I got me servants and maidens, and had servants born in my house; also I had great possessions of great and small cattle above all that were in Jerusalem before me” (KJV)
Yesaya 1:3
“Lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak; keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya” (LAI TB)
“The ox knoweth his owner, and the ass his master's crib: but Israel doth not know, my people doth not consider” (KJV)
Zakharia 13:5
“Tetapi masing-masing akan berkata: Aku ini bukan seorang nabi, melainkan seorang pengusaha tanah, sebab tanah adalah harta kepunyaanku sejak kecil” (LAI TB)
“But he shall say, I am no prophet, I am an husbandman; for man taught me to keep cattle from my youth” (KJV)
Dari segi konteks perikop pun, Kitab Amsal 8:1-22 tidak membicarakan nubuat mengenai Mesias melainkan Hikmat sebagai perantara terjadinya segala sesuatu dan barangsiapa yang mengejar dan mendapatkan Hikmat maka dia akan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat dalam kehidupannya. Jadi ayat ini tidak menunjuk kepada Yesus Sang Mesias.

• Mengenai Pneumatologi

Adalah kekeliruan besar jika menganggap Roh Kudus yang adalah Roh Yehova sendiri sebagai tenaga aktif Tuhan semata-mata. Pernyataan ini menempatkan Roh Kudus - sebagaimana Sang Firman – hanya sebatas mahluk ciptaan Tuhan belaka. Jika Roh Kudus yang adalah Roh YHWH adalah ciptaan belaka, bagaimana Roh YHWH mampu memberikan kehidupan sebagaimana dikatakan dalam Ayub 33:4 sbb: “Roh Tuhan telah membuat aku, dan nafas Yang Mahakuasa membuat aku hidup”? Jika Roh Kudus atau Roh Yehova adalah ciptaan bagaimana mungkin Roh Kudus “keluar dan datang dari Bapa” sebagaimana dikatakan dalam Yohanes 15:26, “Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku?” 

Sekalipun dipergunakan kata ganti εκεινος (ekeinos) yang secara hurufiah artinya “itu” namun berdasarkan konteksnya kata ini menunjuk pada kata ganti jenis kelamin maskulin singular (laki-laki tunggal) sehingga semua terjemahan bahasa Inggris menerjemahkannya dengan “He” dan bukan “It” sebagaimana anggapan Saksi Yehuwa. KJV menerjemahkannya (yang di ikuti oleh terjemahan inggris lainnya seperti NIV dan lain-lain:
“But when the Comforter is come, whom I will send unto you from the Father, even the Spirit of truth, which proceedeth from the Father, he shall testify of me”

• Mengenai kematian-kebangkitan-Neraka 

Memang benar bahwa manusia yang mengalami kematian “tidak memiliki kekuatan” (lo yekhelash), “tidak bangkit dari kematian” (lo yaqum), “tidak terjaga” (lo yaqishu), “tidak bangun dari tidurnya” (lo ye’oru) (Ayb 14:10-12, 14). Namun menafsirkan kata Ibrani Sheol dan kata Yunani Hades dengan “kuburan” adalah kesalahan yang fatal. Kuburan tidak identik dengan dunia orang mati. Secara kebahasaan, kata kuburan dipergunakan kata Ibrani קבר (Qavar) dan diterjemahkan dalam naskah Septuaginta dengan ταφὴν (taphen) sebagaimana muncul dalam beberapa ayat sbb: 

“Dan dikuburkan-Nyalah (wayiqbor)dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini” (Ul 34:6) 

“Yakub mendirikan tugu di atas kuburnya (qevuratah); itulah tugu kubur Rahel sampai sekarang” (Kej 35:20) 

“Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kepada mereka: Beginilah firman Tuan YHWH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu (qivroteykem) dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel” (Yekhz 37:12)

Jika kita berbicara “dunia” tentu saja kita memiliki pemahaman akan adanya suatu aktifitas. Jika kita mendengar istilah “dunia kerja” maka itu bermakna suatu aktifitas lika lika dalam pekerjaan. Jika kita mendengar istilah “dunia keilmuan” maka itu bermakna suatu seluk beluk dalam keilmuan. Maka ketika kita mendengar istilah “dunia orang mati” (Ibr: Sheol/Yun: Hades) maka kita tentu saja memaknai suatu kehidupan di alam yang berbeda dengan kita. Kitab Suci memang tidak memberikan informasi aktifitas apa saja yang ada dalam dunia orang mati. Namun kisah pengemis dan orang kaya yang disampaikan oleh Yesus untuk memberikan gambaran mengenai kebangkitan orang mati dalam Lukas 16:19-31 mematahkan khayalan Saksi Yehuwa yang menyangkal adanya kehidupan dalam dunia orang mati.
Saksi Yehuwa nampaknya sangat takut akan keberadaan Neraka sehingga harus menghapus makna literal akan keberadaan neraka dalam terjemahan dan penafsiran mereka. Secara literal kata Ibrani Gehinom atau kata Yunani Gehenna menunjuk pada suatu lokasi pembuangan sampah dimana ada api yang membakar sampah-sampah tersebut di Yerusalem Timur. Namun kata Gehinom atau Gehenna bukan bermakna simbolik melainkan suatu tempat dan keadaan yang akan dialami secara nyata bagi mereka yang menberontak dan menyangkal Tuhan dan Firman-Nya sebagaimana dikatakan: “

“Maka tertangkaplah binatang itu dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda di depan matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang” (Why 19:20)

“dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya” (Why 20:10)

“Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang. inilah kematian yang kedua." (Why 21:8)
Penggambaran akan penyiksaan siang dan malam sampai selamanya membuktikan bahwa kebinasaan itu memang ada, nama tempat itu adalah Neraka.

5. KESIMPULAN

Dari pengkajian ajaran dan analisis kritis terhadap sejumlah teks dan ayat yang dijadikan landasan ajaran dan penafsiran Saksi-Saksi Yehuwa, dapat dibuktikan bahwa semua penafsiran mereka tentang aspek-aspek teologi Kristen seperti Kristologi, Pneumatologi dan doktrin-doktrin utama Kekristenan telah menyimpang dari maksud yang tertulis dalam Kitab Suci. Rasul Paulus mengingatkan kepada Jemaat Korintus sbb: “Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima” (2 Kor 11:4). 
Frasa αλλον ιησουν (allon Iesoun) atau “Yesus yang lain” dan η πνευμα ετερον (he pneuma heteron) atau “Injil yang lain” serta η ευαγγελιον ετερον (he Euanggelion heteron) atau “roh yang lain”, mengingatkan kita akan kewaspdaan akan adanya bidat dan penyesat yang menyimpangkan berita Injil.
Berita Injil mengakui bahwa Yesus Sang Mesias adalah sepenuhnya Ilahi dan Manusiawi. Yesus bukan ciptaan yang lebih rendah dari Tuhan. Yesus adalah Firman Tuhan yang menjadi manusia. Dia adalah sumber dan perantara terjadinya ciptaan.

Berita Injil mengakui bahwa Bapa, Anak, Roh Kudus adalah setara, sehakikat, sederajat dalam kekekalan sebagai personifikasi dari Yehova, Firman dan Roh-Nya yang kekal. 
Berita Injil mengakui bahwa Roh Kudus datang dari Yehova Sang Bapa dan bukan ciptaan yang lebih rendah dari Tuhan. Roh Kudus adalah Roh yang menghidupkan dan menyertai orang beriman sampai Yesus Sang Msias datang kembali.

Berita Injil mengakui bahwa kematian bukan semata-mata tidur panjang tanpa aktifitas. Ada aktifitas yang tidak diberitakan secara gamblang dalam Kitab Suci. Orang benar (tsadiq) dan orang fasik (reshaim) dipisahkan keberadaannya di dunia alam kematian. Yang satu di Firdaus dan yang satu di Hades.

Berita Injil mengakui bahwa neraka sebagaimana sorga adalah ada dan nyata. Sebagaimana sorga mewakili suatu tempat yang penuh kemuliaan dan keindahan demikianlah neraka sebuah tempat kehinaan dan mengerikan tempat hukuman dan upah orang fasik.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar